Jakarta, 17 September 2026Avenew resmi meluncurkan SCOPE, Strategic Center for Organizational & Project Excellence, bertepatan dengan penyelenggaraan AveXchange 2026 di Jakarta. SCOPE hadir sebagai pusat riset terapan Avenew yang menghubungkan kajian akademik dengan kebutuhan nyata organisasi dan industri di Indonesia, khususnya di bidang project, program, dan portfolio management.

SCOPE adalah pusat riset terapan, inovasi, publikasi, dan kolaborasi akademik-industri. SCOPE membangun keunggulan organisasi dan proyek dengan menghasilkan evidence yang kredibel, lalu menerjemahkannya menjadi framework, metode, tools, publikasi, learning asset, dan practical insight yang dapat digunakan organisasi.

SCOPE membawa tagline Turning Research into Organizational Impact, dengan visi menjadi trusted center of applied research and innovation yang memajukan keunggulan organisasi dan proyek di Indonesia dan sekitarnya.

Head of SCOPE Dr. Ir. Andi Muhammad Ifrad, M.T. saat memaparkan visi, misi, dan lima komitmen utama SCOPE pada sesi scholars talk AveXchange 2026.
Head of SCOPE Dr. Ir. Andi Muhammad Ifrad, M.T. saat memaparkan visi, misi, dan lima komitmen utama SCOPE pada sesi scholars talk AveXchange 2026.

Untuk mewujudkan visi tersebut, SCOPE menjalankan lima komitmen utama, yaitu menghasilkan riset yang relevan dan kredibel, menerjemahkan riset menjadi framework dan tools yang aplikatif, membangun kolaborasi antara akademisi dan industri, memperkuat kualitas dan visibilitas riset serta praktik profesional Indonesia, dan menciptakan dampak nyata bagi pengambilan keputusan organisasi.

Lahir dari Masalah di Lapangan

Gagasan SCOPE bermula dari pengamatan langsung para penelitinya terhadap persoalan yang berulang di berbagai proyek dan organisasi di Indonesia.

"SCOPE lahir dari semangat kami sebagai peneliti yang melihat banyak persoalan di lapangan, dari project, program, hingga portfolio management. Persoalan-persoalan itulah yang kami rumuskan menjadi latar belakang riset, sehingga SCOPE hadir untuk menjembatani temuan di lapangan dengan solusi yang membantu pengambilan keputusan, dengan fokus pada kinerja dan efisiensi," ujar Dr. Andi Muhammad Ifrad.

Dr. Ir. Andi Muhammad Ifrad, M.T. menjelaskan fokus domain riset SCOPE di bidang Project, Program, and Portfolio Management pada gelaran AveXchange 2026.
Dr. Ir. Andi Muhammad Ifrad, M.T. menjelaskan fokus domain riset SCOPE di bidang Project, Program, and Portfolio Management pada gelaran AveXchange 2026.

Keresahan serupa turut disampaikan Prof. Dr. Susy Fatena Rostiyanti, yang menyoroti semakin sedikitnya riset seputar PMO di Indonesia.

"Kami melihat penelitian PMO di Indonesia semakin menurun, sehingga SCOPE hadir menjadi wadah bagi penelitian PMO agar dapat berperan memecahkan persoalan-persoalan yang ada di lapangan," ujarnya.

Kepemimpinan dan Dewan Penasihat

SCOPE berada dalam ekosistem Avenew Group, di bawah Avenew Academy yang dipimpin Dr. Alin Veronika, S.T., M.T., PMP, PMI-RMP, PMI-PMOCP, IPMO-P selaku CEO. Operasional dan arah riset SCOPE dipimpin oleh Dr. Ir. Andi Muhammad Ifrad, S.T., M.T. sebagai Head of SCOPE. Latar belakang akademik dan profesionalnya berakar dari teknik sipil, riset infrastruktur, dan pengembangan applied research, yang kini ia terjemahkan menjadi arah riset, publikasi, aset intelektual, dan kolaborasi akademik-industri di SCOPE.

SCOPE didukung Research Advisory Council yang mempertemukan akademisi dan praktisi lintas bidang. Bayu Aditya Firmansyah, CEO Avenew Indonesia, membawa perspektif industri dan implementasi PMO di lapangan.

Sesi diskusi Research Advisory Council SCOPE bersama dipandu oleh Sri Reza Adji Anom, CAPM® (paling kiri) serta menghadirkan jajaran dewan penasihat dan pimpinan (dari kiri ke kanan): Leni Sagita Riantini, Ph.D., Dr. Mohammad Ichsan, Prof. Dr. Susy Fatena Rostiyanti, dan Dr. Ir. Andi M. Ifrad, M.T. (paling kanan).
Sesi diskusi Research Advisory Council SCOPE bersama dipandu oleh Sri Reza Adji Anom, CAPM® (paling kiri) serta menghadirkan jajaran dewan penasihat dan pimpinan (dari kiri ke kanan): Leni Sagita Riantini, Ph.D., Dr. Mohammad Ichsan, Prof. Dr. Susy Fatena Rostiyanti, dan Dr. Ir. Andi M. Ifrad, M.T. (paling kanan).

Prof. Dr. Susy Fatena Rostiyanti dari Institut Teknologi PLN membawa keahlian di bidang konstruksi dan infrastruktur, dengan riset yang relevan pada BIM integration, sustainable infrastructure, modular construction, dan resilience.

"Latar belakang saya di bidang teknik sipil erat kaitannya dengan infrastruktur. Setiap proyek memiliki banyak dimensi, mulai dari pihak yang terlibat, risiko yang mungkin terjadi, hingga sumber daya yang harus dikelola, dan semua itu harus dikombinasikan untuk memenuhi target proyek. Namun pengalaman saja kerap tidak cukup untuk mengantisipasi masalah yang muncul. Temuan-temuan di lapangan itulah yang kami rumuskan menjadi latar belakang penelitian, dan hasil penelitiannya kembali lagi ke project, program, dan portfolio untuk menjawab persoalan yang dihadapi di lapangan," jelasnya.

Leni Sagita Riantini, Ph.D. dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia membawa keahlian metodologi riset dan inovasi digital, mencakup artificial intelligence, smart automation, BIM integration, digital twin, dan business continuity management.

"SCOPE memerlukan kolaborasi bukan hanya di level praktisi dan akademisi, tetapi juga pemerintah dan swasta, agar benar-benar dapat menjadi alat bantu yang memperlancar proses pengambilan keputusan," ujarnya.

"Kami berharap SCOPE dapat menghasilkan rekomendasi yang ilmiah dan strategis, mulai dari perumusan problem foundation hingga penetapan metodologi yang tepat untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul di lapangan," tambahnya.

Dr. Mohammad Ichsan, Associate Professor in Project Management di BINUS University, membawa keahlian di bidang project, program and portfolio management, strategic project management, resilience, dan sustainable project management.

"Peluncuran SCOPE menjadi langkah penting dalam membangun ekosistem riset yang melampaui sekadar pengetahuan akademik. Kami ingin menghubungkan riset yang kredibel dengan kebutuhan nyata organisasi dan industri, mengubah evidence menjadi knowledge, tools, dan solusi yang memberikan dampak nyata," ujar Dr. Andi Muhammad Ifrad.

Ia menambahkan bahwa kekuatan SCOPE terletak pada kolaborasi, bukan kerja individu semata.

"Kami membangun SCOPE sebagai lingkungan kolaboratif yang mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan industri. Kekuatan SCOPE tidak datang dari individu, melainkan dari kemampuan berbagai keahlian untuk bekerja bersama dalam mengembangkan riset yang rigorous dan solusi yang aplikatif," ujarnya.

Cara Kerja yang Berbeda

SCOPE tidak berhenti pada publikasi akademik konvensional. Riset yang dilakukan mencakup applied research, benchmarking, capability assessment, validasi, pengembangan solusi, pengembangan dataset dan studi kasus, pengembangan metodologi riset, hingga kolaborasi akademik-industri.

Dr. Mohammad Ichsan menjelaskan mengapa pendekatan ini penting bagi industri saat ini.

"SCOPE bukan hanya sebuah badan, tetapi juga platform pertemuan antara peneliti dan praktisi industri. Ketika industri ingin memecahkan suatu masalah, mereka membutuhkan evidence-based method yang dapat mereka yakini untuk pengambilan keputusan. Banyak praktik industri yang terbiasa berjalan business as usual, namun kini menghadapi persoalan baru yang tidak lagi bisa diselesaikan dengan cara lama, sehingga dibutuhkan guidance yang berbasis evidence," ujarnya.

Jajaran Research Advisory Council dan Head of SCOPE saat mempresentasikan cara kerja baru SCOPE yang menjembatani riset akademik dengan inovasi dan kebutuhan nyata industri PMO di Indonesia.
Jajaran Research Advisory Council dan Head of SCOPE saat mempresentasikan cara kerja baru SCOPE yang menjembatani riset akademik dengan inovasi dan kebutuhan nyata industri PMO di Indonesia.

"Dengan mempertemukan industri dan peneliti, SCOPE dapat merumuskan short-term strategy dan domain capability yang akan dibangun ke depan, sehingga hasilnya tidak berhenti pada publikasi semata, melainkan menjadi impactful research, penelitian yang benar-benar memberikan dampak dalam memecahkan persoalan di lapangan," tambahnya.

Fokus Riset SCOPE

SCOPE menjadikan Project, Program and Portfolio Management sebagai domain riset utamanya, didukung enam domain riset prioritas, yaitu PMO and Organizational Transformation, Project, Program, and Portfolio Management, Risk and Governance, Organizational Capability and Excellence, Digitalization and Data-Driven Management, serta Professional and Workforce Development.

Kerja SCOPE dijalankan lewat tiga portofolio. Research & Publication mencakup studi terapan, survei industri, riset kasus, dan publikasi akademik. Innovation & Knowledge Assets mencakup pengembangan framework, metodologi, dan assessment tools. Partnerships & Impact mencakup kolaborasi riset bersama, fellowship, dan pengembangan talenta peneliti.

Salah satu inisiatif pertama SCOPE adalah Indonesia PMO Index 2026, sebuah upaya memetakan perkembangan Project Management Office di Indonesia berdasarkan data dan bukti empiris. Indeks ini dirancang menjadi baseline untuk memahami kapabilitas, tata kelola, dan tantangan pengembangan PMO di Indonesia, sekaligus membuka jalan bagi riset dan kolaborasi lanjutan.

SCOPE juga tengah mengembangkan Journal of Project Management Research (JPMR) sebagai publikasi ilmiah yang menjadi wadah bagi riset project management di Indonesia, bersama sejumlah output riset lain berupa buku referensi, white paper, dan intellectual property.

Penyerahan apresiasi dari CEO Avenew Academy Dr. Alin Veronika kepada jajaran Research Advisory Council dan Head of SCOPE (Dr. Mohammad Ichsan, Leni Sagita Riantini, Ph.D., Prof. Dr. Susy Fatena Rostiyanti, Dr. Alin Veronika, dan Dr. Ir. Andi M. Ifrad, M.T.).
Penyerahan apresiasi dari CEO Avenew Academy Dr. Alin Veronika kepada jajaran Research Advisory Council dan Head of SCOPE (Dr. Mohammad Ichsan, Leni Sagita Riantini, Ph.D., Prof. Dr. Susy Fatena Rostiyanti, Dr. Alin Veronika, dan Dr. Ir. Andi M. Ifrad, M.T.).

Bagi Avenew, kehadiran SCOPE melengkapi ekosistem yang telah dibangun sejak 2013, dari konsultasi lewat Avenew Indonesia hingga pengembangan kapabilitas lewat Avenew Academy. Dengan SCOPE, Avenew menambahkan satu fungsi baru, yaitu menghasilkan riset yang menjadi dasar bagi praktik project management dan PMO di Indonesia ke depan.

Tentang Avenew

Avenew adalah perusahaan konsultansi Project, Program, and Portfolio Management yang berfokus pada pengembangan kapabilitas organisasi melalui Consulting, Training, serta Research and Innovation. Sejak 2013, Avenew senantiasa mendukung dan menjadi mitra transformasi berbagai organisasi dalam membangun kapabilitas proyek, program, dan portofolio yang lebih efektif untuk mencapai tujuan bisnis yang berkelanjutan.