Jakarta, 29 Oktober 2026 — Avenew melalui SCOPE, Strategic Center for Organizational & Project Excellence, menyelenggarakan webinar bertajuk Write Like a Researcher, Think Like a Reviewer secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis 29 Oktober 2026 pukul 13.30 WIB. Webinar ini merupakan kolaborasi SCOPE dengan Journal of Project Management Research (JPMR) dan Avenew, dibuka gratis bagi peserta umum.

Webinar ini lahir dari masalah yang kerap dihadapi peneliti, memiliki temuan yang berharga namun kesulitan mengubahnya menjadi naskah yang berhasil melewati proses peer review, terutama untuk jurnal terindeks SCOPUS. Peserta diajak belajar menulis dengan kejelasan seorang peneliti sekaligus berpikir dengan ketajaman seorang reviewer, agar naskah mereka siap diajukan ke jurnal bereputasi.

Dari Pengalaman Peneliti ke Tantangan Publikasi

Acara dibuka oleh Dr. Alin Veronika, PMP, PMI-RMP, PMI-PMOCP, IPMO-P, selaku Founder of Strategic Center of Organizational & Project Excellence. Dalam sambutannya, ia menjelaskan latar belakang topik webinar ini.

“Topik webinar hari ini menginisiasikan dari pengalaman kami semua sebagai peneliti yang kerap kesulitan mendapatkan publikasi, terutama yang terindeks SCOPUS, sehingga webinar ini menjadi wadah untuk berbagi bersama researcher kita yang terbiasa melakukan riset dan publikasi di SCOPUS, yakni Dr. Ir. Andi Muhammad Ifrad dan Prof. Dr. Susy Fatena Rostiyanti, ST., M.Sc. ,” ujar Dr. Alin.

Sambutan pembuka oleh Dr. Alin Veronika, PMP, PMI-RMP, PMI-PMOCP, IPMO-P, dalam webinar Write Like a Researcher, Think Like a Reviewer.
Sambutan pembuka oleh Dr. Alin Veronika, PMP, PMI-RMP, PMI-PMOCP, IPMO-P, dalam webinar Write Like a Researcher, Think Like a Reviewer.

“Mudah-mudahan melalui webinar ini, rekan-rekan sekalian dapat menulis sebagai seorang researcher dan berpikir sebagai seorang reviewer, sehingga ketika menghadapi kesulitan dalam menulis, mencari topik, mengikuti tren penelitian, hingga tahap submit jurnal sampai diterima, rekan-rekan dapat belajar langsung dari para pembicara kita,” tambahnya.

Dr. Alin turut memperkenalkan Journal of Project Management Research sebagai salah satu wadah publikasi SCOPE.

“SCOPE juga menyediakan Journal of Project Management Research, sebuah jurnal penelitian di bidang manajemen proyek yang bereputasi dan menggunakan sistem double peer-reviewed. Saat ini JPMR sedang dalam proses indeksasi SINTA dan SCOPUS, dan rekan-rekan yang melakukan submission sebelum Desember 2026 masih dikenakan 0 charge APC, sehingga masih gratis. Rekan-rekan dapat menghubungi langsung JPMR melalui website JPMR,” ujarnya.

Sesi kemudian dimoderatori oleh Bayu Aditya Firmansyah, CEO Avenew Indonesia sekaligus anggota Research Advisory Council SCOPE.

Mengedepankan Bukti Empiris di Atas Klaim Subjektif

Pembicara pertama, Dr. Ir. Andi Muhammad Ifrad, S.T., M.T., Head of SCOPE sekaligus peneliti di Fakultas Teknik Universitas Indonesia, membuka materinya dengan prinsip dasar argumentasi ilmiah.

Sesi pemaparan materi oleh Dr. Ir. Andi Muhammad Ifrad, S.T., M.T., dalam webinar Write Like a Researcher, Think Like a Reviewer.
Sesi pemaparan materi oleh Dr. Ir. Andi Muhammad Ifrad, S.T., M.T., dalam webinar Write Like a Researcher, Think Like a Reviewer.

“Prinsip utama dalam argumen ilmiah adalah mengedepankan bukti empiris daripada klaim subjektif. Peneliti harus menghindari overclaiming dengan memastikan bahwa kesimpulan benar-benar didukung oleh data yang diperoleh,” ujar Dr. Andi.

Ia juga menekankan pentingnya bagian diskusi dalam sebuah naskah ilmiah. “Tujuan dari bagian diskusi adalah menghubungkan temuan Anda dengan literatur yang ada, baik untuk mendukung, membantah, atau memperluas pengetahuan sebelumnya, serta secara eksplisit mengaitkannya kembali dengan pertanyaan penelitian asli Anda,” jelasnya.

Soal penggunaan AI dalam penulisan ilmiah, Dr. Andi memandangnya sebagai alat untuk memperbaiki struktur kalimat dan mengenali pola bahasa, bukan untuk membuat konten atau melakukan analisis kompleks. Ia mengingatkan bahwa pendeteksi AI mencari pola tertentu, dan penggunaan alat AI secara sembarangan dapat melanggar kebijakan penerbit jurnal.

Dr. Andi turut menggarisbawahi pentingnya membedakan antara asumsi awal atau hipotesis dengan tujuan penelitian. Menurutnya, jika temuan menyimpang dari ekspektasi awal, hal itu tidak selalu berarti penelitian gagal. Perbedaan ini justru sering memberikan celah penelitian atau kebaruan yang berharga bagi dunia ilmiah.

Research Gap yang Kuat dan Etika sebagai Fondasi Publikasi

Pembicara kedua, Prof. Dr. Susy Fatena Rostiyanti, S.T., M.Sc., Vice Rector sekaligus Professor of Construction Management di Institut Teknologi PLN dan anggota Research Advisory Council SCOPE, menyoroti pentingnya celah penelitian yang benar-benar teruji.

Ia menekankan bahwa peneliti harus memastikan celah penelitian benar-benar ada, bukan sekadar studi kasus yang dangkal. Klaim bahwa suatu penelitian belum pernah dilakukan di Indonesia harus didukung bukti literatur yang kuat, agar tidak dianggap terlalu sederhana oleh reviewer.

Sesi pemaparan materi oleh Prof. Dr. Susy Fatena Rostiyanti, S.T., M.Sc., dalam webinar Write Like a Researcher, Think Like a Reviewer.
Sesi pemaparan materi oleh Prof. Dr. Susy Fatena Rostiyanti, S.T., M.Sc., dalam webinar Write Like a Researcher, Think Like a Reviewer.

“Menulis tinjauan pustaka bukan sekadar merangkum apa yang dikatakan peneliti lain. Sebaliknya, seorang penulis harus melakukan analisis kritis dengan membandingkan pendapat, mengidentifikasi perbedaan limitasi antar penelitian, dan mencari keselarasan argumen yang memperkuat naskah sendiri,” ujar Prof. Susy.

Prof. Susy turut berbagi pengalaman tentang pentingnya integritas peneliti. Ia pernah menemukan kasus penulis yang menggunakan data yang sama untuk dua penelitian berbeda yang diajukan sepuluh tahun kemudian, sebuah pengingat bahwa integritas peneliti adalah fondasi utama dalam publikasi akademik.

Mengenai peran reviewer, ia menegaskan bahwa reviewer hadir bukan untuk menjatuhkan, melainkan untuk meningkatkan kualitas naskah. Penulis perlu merespons komentar reviewer secara profesional, misalnya dengan menggunakan tabel perbaikan untuk melacak dan menjelaskan setiap perubahan yang dilakukan pada naskah.

Soal AI, Prof. Susy memandangnya sebagai teman diskusi yang bisa membantu mengeksplorasi ide. Namun ia mengingatkan agar AI tidak dibiarkan mendominasi atau mengambil alih pekerjaan analisis yang seharusnya menjadi tanggung jawab intelektual penulis, serta tetap memperhatikan kebijakan penggunaan AI dari setiap jurnal.

Bekal Praktis Menuju Publikasi di Jurnal Bereputasi

Sepanjang webinar, peserta mendapat pembekalan menyusun riset menjadi naskah siap publikasi dengan alur dan storyline yang jelas, memperkuat naskah lewat celah penelitian yang bermakna, argumen yang kuat, dan kontribusi yang jelas, serta memahami proses publikasi dari persiapan naskah hingga submission dan revisi. Baik mahasiswa, peneliti awal karier, maupun akademisi yang ingin menembus jurnal berdampak lebih tinggi, webinar ini memberi wawasan praktis langsung dari mereka yang terbiasa menulis sekaligus menilai naskah ilmiah.

Sesi diskusi interaktif yang dipandu oleh moderator Bayu Aditya Firmansyah dalam webinar Write Like a Researcher, Think Like a Reviewer.
Sesi diskusi interaktif yang dipandu oleh moderator Bayu Aditya Firmansyah dalam webinar Write Like a Researcher, Think Like a Reviewer.

Kedua pembicara membawa pengalaman yang relevan di bidangnya. Prof. Susy telah menulis lebih dari 70 makalah penelitian akademik di bidang construction management, public-private partnership, dan sustainable construction, dengan lebih dari 1.000 sitasi akademik di dunia, serta menjadi reviewer untuk Journal of Infrastructure Systems, jurnal Q2 dengan SJR 0,591. Dr. Andi menyelesaikan gelar doktoralnya di Universitas Indonesia dalam waktu 2,5 tahun, menginovasi tujuh kekayaan intelektual di bidang material aspal dan rekayasa perkerasan jalan, meraih lima hibah penelitian dalam dua tahun, mempublikasikan delapan makalah terindeks Scopus, dan menjadi peer reviewer untuk Construction and Building Materials, jurnal Q1 dengan SJR 2,097.

Tentang SCOPE

SCOPE, Strategic Center for Organizational & Project Excellence, adalah pusat riset terapan, inovasi, publikasi, dan kolaborasi akademik-industri. SCOPE memajukan keunggulan organisasi dan proyek dengan menghasilkan bukti yang kredibel, lalu menerjemahkannya menjadi kerangka kerja, metode, tools, publikasi, materi belajar, dan wawasan praktis. SCOPE berada di bawah ekosistem Avenew, dipimpin Dr. Alin Veronika selaku CEO Avenew Academy.

Tentang Avenew

Avenew adalah Project-Driven Organizational Capability Partner yang berbasis di Jakarta dan melayani organisasi di seluruh Indonesia. Avenew membantu organisasi mengubah strategi menjadi eksekusi melalui penguatan kapabilitas Project, Program, dan Portfolio Management atau P3M. Avenew menjembatani visi perusahaan dengan nilai bisnis melalui pengembangan kapabilitas, konsultasi transformasi, dan pelatihan korporat, bagi klien dari Jakarta hingga berbagai wilayah Indonesia.