Jakarta, 17 September 2026 — Avenew menyelenggarakan AveXchange 2026 di The Grove Suites by Grand Aston, Jakarta Selatan, Kamis lalu. Acara berlangsung sehari penuh, dari registrasi pagi hingga sesi penutupan sore hari, dan diposisikan sebagai PMO exchange pertama di Indonesia, mengusung tema The X Factor of PMO.
AveXchange 2026 dihadiri oleh lebih dari seratus praktisi PMO, project manager, praktisi, professional, akademisi, dan para researcher di bidang project management. Rangkaian acara memadukan expert talks, scholars talk, panel discussion, dan sesi networking.
Bayu Aditya Firmansyah, CEO Avenew Indonesia, membuka acara sebagai chairperson. Dalam sambutannya, ia mengangkat pertanyaan besar yang akan dirumuskan, pertanyakan, dan perbincangkan dalam AveXchange 2026 ini.
“PMO bukan hadir sebagai fungsi pendukung, tetapi menjadi bagian penting dalam membantu organisasi mencapai tujuan strategisnya, sehingga pertanyaan besarnya adalah: "apa yang bisa membuat PMO benar-benar memberikan impact dan value kepada organisasi." Dan itulah yang kita sebut sebagai The X Factor of PMO,” ujar Bayu.
Dari situ, pertanyaan apa yang menjadi the X factor of PMO menjadi benang merah dari keseluruhan acara AveXchange. Apa yang membuat PMO benar-benar memberikan dampak dan nilai bagi organisasi, bukan sekadar menjalankan mandate.

"PMO sebagai bagian dari fungsi organisasi menjadi pendorong agar organisasi mampu bergerak lebih terarah, lebih adaptif, dan lebih bernilai dalam menghadapi kompleksitas pengelolaan proyek, program, dan portofolio," ujarnya.
Bayu menegaskan posisi PMO dalam organisasi yang bukan hanya sekadar hadir sebagai fungsi pendukung, tetapi menjadi bagian penting dalam membantu organisasi mencapai tujuan strategisnya.
"X factor itulah yang membuat PMO tidak hanya menjalankan mandat, tetapi menciptakan impact nyata bagi organisasi. PMO harus tetap relevan ketika prioritas berubah dan mampu menjembatani strategi, eksekusi, serta value bagi organisasi," tutupnya.
Bayu juga menyampaikan bahwa AveXchange 2026 merupakan kolaborasi Avenew Group, SCOPE, dan PMO Indonesia. Momen ini turut bertepatan dengan ulang tahun Avenew Indonesia yang ke-13. Baginya, forum ini dirancang untuk membuka ruang diskusi, bukan memberi satu jawaban final. Ruang untuk membandingkan praktik antar industri, menguji kembali asumsi, dan memunculkan ide baru tentang bagaimana PMO menciptakan value yang lebih besar.
Tiga Perspektif dari Panggung Utama

Tiga expert talks mengisi sesi pagi. Andre Permana, praktisi infrastructure financing dan project risk, membahas cara mengubah mandate publik menjadi proyek yang dapat dieksekusi dan menghasilkan value publik yang terukur.
"Keberhasilan PMO tidak diukur dari seberapa banyak project charter atau dashboard yang dihasilkan, tetapi dari seberapa besar mandate benar-benar terkonversi menjadi dampak," ujar Andre.
Dr. Alin Veronika, PMO Transformation Strategist sekaligus CEO Avenew Academy, memaparkan hasil risetnya mengenai maturity PMO di Indonesia, berdasarkan 243 responden dari 150 perusahaan. Ia memperkenalkan PMO Lotus Framework, model yang telah dihak ciptakan dan dibangun di atas lima kapabilitas, mulai dari strategic alignment hingga capability development.
"Capability dan risk interpretation adalah dua hal yang menjadi X factor bagi PMO. Capability menunjukkan seberapa siap kita beradaptasi terhadap perubahan, sementara risk memberi sinyal kapan adaptasi itu dibutuhkan," ujar Dr. Alin.
Dr. Mohammad Ichsan, Associate Professor in Project Management BINUS Business School, membawakan sesi bertajuk Unlocking Organizational Potential by Developing the PMO Leaders Competencies. Ia menyoroti pentingnya kompetensi pemimpin PMO di tengah semakin banyaknya proyek yang berjalan di Indonesia, dan memperkenalkan hasil risetnya yang mengelompokkan 23 dimensi kompetensi ke dalam lima kompetensi inti.
"Proyek dan PMO berjalan di dua jalur yang berbeda. Jalur proyek mengantarkan produk, sementara jalur PMO memastikan value benar-benar terdeliver," ujar Dr. Ichsan.
SCOPE Resmi Diluncurkan
Sesi pagi ditutup dengan scholars talk yang menjadi momen peluncuran SCOPE, Strategic Center for Organizational & Project Excellence, pusat riset terapan Avenew. Sesi ini dibuka dengan penayangan video promosi SCOPE, dilanjutkan diskusi bersama Dr. Ir. Andi Muhammad Ifrad selaku Head of SCOPE, bersama anggota Senior Advisory Group, yaitu Prof. Dr. Susy Fatena Rostiyanti, Leni Sagita Riantini, dan Dr. Mohammad Ichsan.
SCOPE diposisikan sebagai pusat riset terapan, inovasi, dan pengembangan pengetahuan yang menghubungkan kajian akademik dengan kebutuhan industri dan tantangan organisasi di lapangan. SCOPE berada di bawah ekosistem Avenew Group, di bawah naungan Avenew Academy yang dipimpin Dr. Alin Veronika.
"Peluncuran SCOPE menjadi langkah penting dalam membangun ekosistem riset yang melampaui sekadar pengetahuan akademik. Kami ingin menghubungkan riset yang kredibel dengan kebutuhan nyata organisasi dan industri, mengubah evidence menjadi knowledge, tools, dan solusi yang memberikan dampak nyata," ujar Dr. Andi Muhammad Ifrad.

Salah satu inisiatif pertama yang diperkenalkan dalam sesi ini adalah Indonesia PMO Index 2026, sebuah upaya memetakan perkembangan Project Management Office di Indonesia berdasarkan data dan bukti empiris. Selain itu, SCOPE juga tengah mengembangkan Journal of Project Management Research (JPMR) sebagai publikasi ilmiah, bersama sejumlah output riset lain berupa buku referensi, white paper, dan riset insight.
Sesi pagi diakhiri dengan foto bersama sebelum peserta melanjutkan ke networking lunch.
Diskusi Panel Lintas Industri
Sesi siang dibuka dengan panel discussion yang menghadirkan empat pemimpin PMO dari lintas industri, dimoderatori oleh Bayu Aditya Firmansyah.

Ika Avianto, Head of Project Management Office Avenew Indonesia, membahas peran PMO dalam mengorkestrasi National Strategic Projects, dari pengalamannya mendampingi proyek strategis nasional sejak 2019, dan bagaimana PMO berkembang menjadi Program Management Office untuk mengelola kompleksitas lintas kementerian, pemerintah daerah, BUMN, dan skema KPBU.
Agus Rianto, Vice President of Project Management Office PT PLN, memaparkan transformasi digital dalam monitoring dan pengendalian proyek konstruksi ketenagalistrikan PLN lewat sesi Smart Project Management.
Tri Sutrisno, Head of PMO Department PT Pegadaian, mengangkat tantangan menerjemahkan ambisi strategis menjadi hasil bisnis yang terukur, dan bagaimana PMO Pegadaian berevolusi menjadi strategic integrator antara ambisi dan eksekusi.
Aditya Pradana, Head of PMO Transformation Pertamina Bina Medika IHC, memperkenalkan pendekatan Bi-Model PMO yang menghubungkan orkestrasi strategis di level korporat dengan eksekusi transformasi di level rumah sakit.
Menutup Hari dengan Dua Perspektif Baru
Setelah coffee break sore, acara dilanjutkan dengan dua expert talks penutup. Sachlani, President PMO INDONESIA, membawakan sesi Elevate Your PMO: Turning Benefits Management into a Value Engine, mengajak peserta mengubah fokus PMO dari sekadar menyelesaikan proyek menjadi menjaga agar manfaat proyek benar-benar terealisasi setelah serah terima.
C. Chalid Tamimi, Managing Partner DCOptima, menutup rangkaian expert talks dengan sesi Building PMOs Before There Was a Map, membagikan pengalamannya selama dua dekade membangun PMO di Indonesia sejak belum ada standar dan metodologi yang baku, dari sektor perbankan, pemerintahan, infrastruktur, manufaktur, hingga kesehatan.

Acara ditutup pada pukul 17.00 dengan closing ceremony.
Bagi Avenew, AveXchange 2026 menjadi format baru untuk mempertemukan komunitas PMO lintas industri dalam satu forum. Dengan SCOPE yang diluncurkan bersamaan dengan acara ini, diskusi yang dimulai di AveXchange diharapkan terus berlanjut melalui agenda riset SCOPE ke depan.

Tentang Avenew
Avenew adalah perusahaan konsultansi Project, Program, and Portfolio Management yang berfokus pada pengembangan kapabilitas organisasi melalui Consulting, Training, serta Research and Innovation. Sejak 2013, Avenew senantiasa mendukung dan menjadi mitra transformasi berbagai organisasi dalam membangun kapabilitas proyek, program, dan portofolio yang lebih efektif untuk mencapai tujuan bisnis yang berkelanjutan.